Kebersihan kota bukan hanya soal estetika, tetapi juga cermin kualitas hidup masyarakat, efektivitas pemerintah daerah, serta kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Di Indonesia, sejumlah kota berhasil memperoleh reputasi sebagai kota terbersih berkat konsistensi dalam mengelola sampah, memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas udara, serta melibatkan masyarakat dalam berbagai program pelestarian lingkungan.
Artikel ini mengulas lima kota terbersih di Indonesia yang kerap mendapat penghargaan Adipura serta diakui publik karena keberhasilan menjaga kebersihan lingkungannya. Kota-kota ini antara lain Surabaya, Balikpapan, Denpasar, Banyuwangi, dan Yogyakarta. Masing-masing memiliki strategi, inovasi, serta budaya kebersihan yang menarik untuk dipelajari.
1. Surabaya: Kota Besar yang Berhasil Menjaga Kebersihan
Surabaya dikenal sebagai salah satu kota besar tersibuk di Indonesia. Namun di balik dinamika industrinya, Surabaya telah menjadi contoh bagaimana kota metropolitan tetap bisa bersih, hijau, dan nyaman dihuni. Surabaya kerap meraih piala Adipura, bahkan beberapa kali mendapatkan Adipura Kencana, penghargaan tertinggi untuk kebersihan kota.
Salah satu kunci keberhasilan Surabaya terletak pada manajemen sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Kota ini memiliki ribuan bank sampah yang tersebar hingga tingkat RT dan RW. Warga bisa menukar sampah dengan tabungan, sembako, hingga pembayaran listrik dan BPJS. Pendekatan ini membuat masyarakat bukan hanya membuang sampah, tetapi juga mengelolanya hingga bernilai ekonomi. Selain bank sampah, Surabaya menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari rumah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan drastis.
Selain manajemen sampah, Surabaya memiliki banyak taman kota yang tertata rapi dan berfungsi sebagai ruang publik. Taman Bungkul, Taman Harmoni, hingga Taman Apsari menjadi ikon kota yang bersih sekaligus menjadi tempat rekreasi masyarakat. Pemerintah kota juga aktif menggunakan teknologi seperti aplikasi e-cleaning untuk memantau kebersihan jalan dan mengerahkan petugas secara cepat. Budaya gotong royong warga Surabaya pun sangat kuat, sehingga kebersihan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.
2. Balikpapan: Kota Energi yang Ramah Lingkungan
Sebagai pusat industri minyak dan gas, Balikpapan dikenal sebagai kota dengan lingkungan yang tertata rapi dan terkelola dengan baik. Kota ini berkali-kali menjadi langganan penghargaan kebersihan tingkat nasional maupun ASEAN. Bahkan, Balikpapan masuk daftar ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) karena dinilai mampu menjaga kualitas udara, air, serta ekosistemnya.
Keunggulan Balikpapan terletak pada penataan kota yang disiplin. Aturan mengenai larangan membuang sampah sembarangan ditegakkan dengan tegas, lengkap dengan denda yang cukup tinggi. Jalan-jalan di Balikpapan hampir selalu terlihat bersih, disertai banyaknya ruang terbuka hijau yang dipelihara secara intensif. Taman Bekapai, Hutan Kota Balikpapan, dan kawasan Mangrove Margomulyo menjadi bukti keseriusan kota ini menjaga keseimbangan ekologis.
Selain itu, Balikpapan dikenal sebagai kota dengan sistem pengelolaan sampah modern. Program seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengurangan sampah plastik, hingga penggunaan energi terbarukan di beberapa fasilitas umum menjadi bagian dari strategi kebersihan kota. Kesadaran warganya juga sangat tinggi. Banyak perusahaan dan komunitas aktif melakukan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, serta kampanye lingkungan lainnya. Ini membuat Balikpapan tidak hanya bersih, tetapi juga berkelanjutan.
Baca Juga :
3. Denpasar: Kota Pariwisata dengan Pengelolaan Sampah Berbasis Tradisi
Sebagai ibu kota Provinsi Bali sekaligus pintu gerbang wisata dunia, Denpasar memiliki tantangan besar dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan. Meski begitu, kota ini dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia berkat perpaduan antara teknologi modern dan nilai-nilai budaya yang dijaga masyarakat Bali.
Denpasar memiliki konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Prinsip ini memengaruhi cara masyarakat dalam memperlakukan lingkungannya. Warga Denpasar terbiasa melakukan kegiatan bersih-bersih, terutama menjelang hari-hari keagamaan. Kesadaran budaya ini menjadikan kebersihan sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali.
Dalam praktik modern, Denpasar juga melakukan inovasi besar dalam pengelolaan sampah. Salah satunya adalah TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Kesiman Kertalangu, pusat pengolahan sampah modern yang mengurangi ketergantungan terhadap TPA Suwung. Hasilnya, sampah tidak langsung dibuang, tetapi diolah menjadi kompos, pelet energi, dan berbagai produk bermanfaat lainnya. Pemerintah Kota Denpasar juga tegas dalam mengurangi plastik sekali pakai, yang berdampak langsung terhadap kebersihan pantai dan kawasan publik.
Denpasar tidak hanya bersih di area perkotaan, tetapi juga menjaga kebersihan tempat wisata seperti Pantai Sanur, Renon, hingga berbagai pasar tradisional. Wisatawan pun banyak memuji kenyamanan kota ini karena sampah mudah ditemukan tempatnya, dan lingkungan selalu terlihat terawat.
4. Banyuwangi: Kota Hijau yang Tumbuh Pesat
Banyuwangi, yang berada di ujung timur Pulau Jawa, mengalami transformasi besar dalam sepuluh tahun terakhir. Dari kota kecil biasa, kini Banyuwangi dikenal sebagai kota festival, kota wisata, dan kota bersih yang menjadi percontohan daerah lain. Banyuwangi juga beberapa kali meraih Adipura berkat komitmen tinggi dalam menjaga kebersihan perkotaan dan kawasan wisatanya.
Salah satu strategi Banyuwangi yang paling unik adalah pendekatan Eco-Tourism. Setiap pembangunan selalu mempertimbangkan aspek lingkungan. Kebersihan kota bukan hanya untuk estetika, tetapi untuk menjaga kualitas sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kawasan Alun-Alun Blambangan, Taman Sritanjung, dan kampung-kampung wisata tertata rapi dan bersih berkat keterlibatan aktif masyarakat.
Banyuwangi juga memiliki program “Bersih Desa” dan bank sampah yang dikelola oleh sekolah, komunitas, hingga pemerintah desa. Masyarakat Banyuwangi punya kebiasaan gotong royong pada hari tertentu untuk membersihkan lingkungan sekitar. Pemerintah daerah menyediakan fasilitas seperti tempat pembuangan sampah terpilah, truk pengangkut sampah, hingga program edukasi lingkungan untuk anak sekolah.
Keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola kebersihan kota terlihat jelas dari wisata-wisata alamnya yang tetap terjaga, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, dan lainnya. Wisatawan sering memuji kebersihan tempat-tempat tersebut, sebagai bukti bahwa Banyuwangi tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga terjaga oleh kesadaran kolektif warganya.
5. Yogyakarta: Kota Budaya yang Menjaga Kebersihan dan Ketertiban
Yogyakarta bukan hanya kota budaya dan pendidikan, tetapi juga dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia. Lingkungan kota terlihat tertata, bersih, dan nyaman untuk aktivitas wisata maupun keseharian warga. Pemerintah Kota Yogyakarta menempatkan kebersihan sebagai prioritas utama karena kota ini menjadi tujuan jutaan wisatawan setiap tahun.
Salah satu keunggulan Yogyakarta adalah manajemen sampah dan kebersihan jalan yang ditangani dengan baik. Petugas kebersihan bekerja dalam beberapa shift, sehingga jalan-jalan utama seperti Malioboro, Tugu Jogja, dan kawasan Keraton selalu terlihat rapi. Yogyakarta juga menerapkan sistem pengurangan sampah dari sumbernya melalui bank sampah dan program edukasi lingkungan berbasis sekolah.
Selain petugas kebersihan, masyarakat Yogyakarta memiliki budaya hidup rapi. Banyak kampung di Yogyakarta meraih penghargaan sebagai kampung bersih dan kampung mandiri. Salah satu contohnya adalah Kampung Hijau Gambiran dan Kampung Bunga Jetis, yang memadukan kebersihan dengan kreativitas warga dalam membangun taman mini, mural, dan pot-pot tanaman.
Yogyakarta juga memiliki banyak ruang terbuka hijau seperti Alun-Alun Utara, Alun-Alun Kidul, dan taman-taman kota yang dijaga keasriannya. Pemerintah daerah secara aktif menggandeng komunitas mahasiswa, kelompok pecinta lingkungan, hingga UMKM untuk menciptakan kampanye kebersihan yang berkelanjutan.
Kesimpulan: Kebersihan adalah Budaya Bersama
Kelima kota terbersih di Indonesia—Surabaya, Balikpapan, Denpasar, Banyuwangi, dan Yogyakarta—menunjukkan bahwa kebersihan bukan sekadar program pemerintah, tetapi hasil dari kolaborasi antara pemerintah, warga, komunitas, dan dunia usaha.
Ada beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari keberhasilan kota-kota ini:
1. Kebersihan dimulai dari rumah
Pemilahan sampah sejak dari sumber adalah kunci untuk mengurangi beban TPA.
2. Kesadaran publik lebih penting daripada teknologi
Meski memiliki fasilitas modern, tanpa kesadaran masyarakat, kebersihan tidak dapat dipertahankan.
3. Penegakan hukum penting untuk kedisiplinan
Larangan membuang sampah sembarangan dan adanya denda membuat kota lebih tertib.
4. Ruang terbuka hijau berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup
Taman, hutan kota, dan kawasan hijau menjadi paru-paru kota sekaligus tempat edukasi lingkungan.
5. Kebersihan harus terintegrasi dengan budaya lokal
Denpasar dan Yogyakarta membuktikan bahwa budaya dan kearifan lokal bisa memperkuat manajemen kebersihan.
Jika kota-kota lain di Indonesia menerapkan prinsip yang sama, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk semua.
Reviewed by Yoyon Oke
on
Desember 12, 2025
Rating:
LC Plastik






Tidak ada komentar: